laman

Rabu, 25 April 2012

contoh naskah pidato


kebutuhan ekonomi
Assalamu’alaikum Warah Matullahi Wa Barakatuh,
Puji syukur Alhamdulillah kita panjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya. Bahwasannya pada saat ini kita bisa berkumpul bersama dalam keadaan jiwa raga yang sempurna dan akal pikiran yang sehat, tidak lupa shalawat dan salam kita  sampaikan kepada junjungan alam panutan umat Islam yakni Nabi Muhammad SAW. Oleh karenanya, patut bersyukur bias bernapas ddalam  ajarannya yaitu jalan kebenaran sebgai transpormasi menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Yang terhormat Bapak Sekolah dan Bapak/ Ibu guru yang saya hormati serta teman-teman seperjuangan yang saya banggakan. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak kepada hadirin yang telah memberikan kesempatan kepada saya berdiri di sini dalam rangka berbagai ilmu yang telah kita gali. Saya meminta maaf sekiranya bila ada ucapan yang bersifat menggurui karena saya bukan orang yang patutu dijadikan guru, kehadiran saya semata-mata ingin berbagi informasi dan ilmu pengetahuan yang mungkin belum kita ketahui sebelumnya.
Hadirin yang saya banggakan.
Kita ketahui manusia merupakan makhluk Tuhan yang paling sempurna. Makhluk yang diberi anugerah jiwa dan raga, Pantasnya kita syukuri Allah telah memberikan kita kepercayaan sebagai kholifah di muka bumi. Tugas kholifah adalah menjaga dan memakmurkan ciptaan-Nya dengan disertai ajaran-Nya, tapi pengertian kholifah kini telah bergeser dari arti sebenarnya yang seharusnya menjaga malah merusak dan menghancurkan ciptaan-Nya yang selayaknya  memakmurkan, tapi banyak yang menjadikan ajang peperangan yang berawal dari konflik dimana-mana. Akankah kehidupan manusia sejahtera dengan rusaknya alam dan hancurnya sikap integrasi?
Kesejahteraan tidak bisa terwujud dengan sikap manusia yang anarkis baik terhadap lingkungan atau diri sendiri. Selain  dituntut menyeimbangkan kepentingan dunia dan akhirat dari sifat hedonisme, manusia juga dituntut untuk memenuhi kebuthuannya. Kebutuhan apa yang harus kita dapatkan?
Dalam ilmu ekonomi kebutuhan meruapakan hal yang tidak dipisahkan dari kehidupan manusia karena apabila kebutuhan tidak dapat dipenuhi manusia belum tentu bias hidup. Benarkah tanpa kebutuhan manusia bias mati?
Mungkin anda pernah mendengar orang mati kelaparan, orang mati karena sakit dan orang mati karena bunuh diri lalu apa hubungannya dengan kebutuhan!? Orang kelaparan membutuhkan makanan untuk mengisi perutnya. Orang sakit butuh obat dan dokter agar kembali sehat. Orang yang bunuh diri sebelumnya dia butuh dukungan dan pencerahan rohani. Apakah itu semua bukanka termasuk kebutuhan?
Kebutuhan manusia itu beraneka ragam. Macam-macam kebutuhan manusia itu tergolong ke dalam empat bagian, ada kebutuhan menurut internsitasnya, waktunya, sifatnya dan subjeknya. Menurut internsistasnya dibagi lagi menajdi mutlak, primer, sekunder dan tersier. Orang mati kelaparan merupakan contoh kebutuhan mutlak yang tidak terpenuhi karena tidak makan dan minum yang dapt menyebabkan kehilang udara untuk bernapas sehingga dia mati. Satu contoh kasus bahwa makanan, minuman dan udara merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi. Pernahkan anda merasakan tidak makan? Apa akibanya akalau terus-menerus tanpa diberi makanan? Lalu bagaimana supaya tubuh bias kembali sehat? Mungkin kita beruntung tidak sering kekurangan kebutuhan makanan, tetapi pakah pernah memikirkan orang lain dit tempat sana yang merunduki-runduk memegangi peutnya, meminta-minta demi menghilangkan rasa laparnya. Patut kita syukuri masih banyak di luar sana yang nasibnya tidak seberuntung kita dan perlu kita ingat bersyukur saja tidak cukup kita harus punya rasa peduli pada mereka.
Contoh kasus ke dua orang mati karena sakit. Mungkin kita anggap, “ah itu mah wajar mati karena sakit mah”, ya memang wajar mungkin saja itu cobaan dari Sang Pencipta kalaupun mati itu sudah takdirnya. Tapi terkadang bukan nasib dan takdir yang membuat mereka cepat mati. Kebutuhan akan kesehatan dan obat-obatan sangat terbatas begitupun tenaga ahlinya masih kurang yang professional, mahalnya biaya kesehatan adalah salah satu cara mempercepat kematian, mempersulit pemulihan bahkan di saat sedang kesulitan ada yang bersenang-senag diatas penderitaan orang lain. Kebutuhan akan kesehatan adalah kebutuhan menurut waktunya dan harus segera dipenuhi, apabila dibiarkan akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan yang ujung-ujungnya menimbulkan kematian. Untuk memenuhi kesehatan dibutuhkan dukungan dari faktor ekonomi, tapi kebanyakan masyarakat indonesia kekurangan ekonomi.
Yang ketiga, orang mati karena buhuh diri. Inilah hal yang sulit dipercaya, bias-bisanya orang yang mempersingkat hidupnya. Memilih mati daripada harus hidup menderita, sungguh orang seperti ini kurang akan kebutuhan rohaninya, ini akibat orang yang tdak bias dan tidak penah mencoba memnuhi kebutuahan jiwanya. Sangat khawatirkan jika melhihat gaya hidup remaja sekarang yang sudah kental dengan globalisasi. Banyak yang sudah salah pengertian dengan sitilah “Cinta” sihingga harga diri rela ia korbankan dengan cinta. Astagfirullah Al’adzim..! Kenapa bias terjadi seperti itu? Apakah orang tuanya membiarkan anaknya bergaul dengan siapa saja sekalipun meraka orang tidak baik? Ataukah orang tuanya sibuk dengan pekerjaan? Sungguh malang apabila itu terjadi pada anaknya. Pastinya jiwanya akan tertekan hingga dia bosan dengan hidupnya. Siapa yang salah? Siapa yang rugi? Siapa yang malu? Siapa yang akan bertanggung jawab? Semoga kita bukan orang-orang seperti itu.
Hadirin yang saya banggakan.
Bila kita berbicara kematian sebenarnya itu kuasa Allah, hanya Allahlah yang tahu kapan manusia mati, tapi sebenarnya kembali kepada manusia itu sendiri, bagaimana mempertahankan hidupnya memenuhi kebutuhan akan makanan, kesehata, jasmani, rohani, dan sebagainya itulah perlu manusia upauakan kalaupun ekonomi kita kurang berkembang jangan salahkan sistem ekonominya yang sudah ada karena sistem ekonomi tidak bersalah coba lihat siapa yang mengendalikannya. Kalaupun ada pejabat pemerintah yang korupsi suruh siapa memilih dia, kalaupun ada rakyat yang miskin kenapa tidak berusaha untuk jadi orang kaya, kalaupun anda yang susah jangan salahkan ibu yang mengandung.
Dalam menghadapi arus globalisasi yang semakin deras pemerintah begitu sibuknya menghadapi itu semua. Apa yang harus mereka lakukan? Program apa yang baik? System seperti apa yang bisa menahan tetap berdirinya perekonomian Negara. Sebenarnya semua itu bukan masalah pemerintah saja tetapi kita pun wajib berperan di dalamnya. Tanpa dukungan dan partisipasi rakyat kita akan termakan budaya-budaya yang bertolak belakang dengan kehidupan kita bahkan rakya hanya akan menjadi penjilat produk mereka bukan pembuat. Apakah dengan terus menerus menikmati produk orang lain akan sejahtera? Belum tentu! Kalau kita hanya menjadi penonton, tiga hal yang tadi saya contohkan bisa terjadi pada diri sendiri dan dimanapun berada.
Kita ketahui 2010 adalah tahunnya Negara-negara maju dalam perdagangan bebas, di mana siapa dan dari Negara manapun bebas keluarmasuk negar orang lain tanpa ada batasannya. 2020 adalah tahunnya untuk Negara-negara berkembang seperti Indonesia, tapi apa yang sudah kita persiapkan dan apa yang akan kita hadapi di 2020 nanti. Orang-orang asing akan berdatangan ke Indonesia, lalu apakah kita juga akan pergi keluar negeri mendirikan usahanya disana? Ataukah akan menjadi konsumen yang menghabiskan produk mereka yang bermunculan di negara kita contohnya seperti KFC.
Hal ini bukanlah seharusnya kita jadikan kabar baik justru sebaliknya  inilah tantangan besar bagi bangsa Indonesia untuk terjun di mata dunia bahwa Indonesia harus jadi negara yang maju. Sudahkah anda punya rencana setelah lulus nanti? Hal apa yang anda lakukan? Itulah gambaran yang akan menentukan Indonesia bisa tidaknya bersaing dengan negara-negara papan atas, baik dalam bidang ekonomi, sosial dan budaya.
Demikian yang dapak saya sampaikan. Atas segala perhatian dan dukungan teman-teman dan guru-guru saya ucapkan terima kasih banyak dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kata-kata yang kurang berkenan di hati. Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat khususnya bagi saya sendiri dan umumnya untuk kita semua dan ksemoga ita bisa menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas dan bermutu dalam menghadapi perekonomian ke depannya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar